Pada penghujung semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 SMAN 1 Sumenep menggelar Uji Kompetensi Hafalan Al-Quran Program Tahfidz. Uji kompetensi dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari Rabu, Kamis hingga Jumat (6-8/11). Ujian dilaksanakan bertempat di Said Abdullah Hall SMAN 1 Sumenep.

Uji Kompetensi Hafalan diikuti oleh siswa SMAN 1 Sumenep yang mengikuti program hafalan Al-Quran atau kelas tahfidz. Sebanyak 72 siswa yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas XE7 dan kelas XI F7 mengikuti uji kompetensi hafalan. Seluruh siswa program tahfidz selama tiga hari fokus pada kegiatan uji kompetensi.

Drs. H. Junaidi, M.Pd. selaku penanggung jawab program tahfidz memaparkan secara detil terkait pelaksanaan Uji Kompetensi Hafalan Al-Quran. H. Junaidi, demikian biasa dipanggil, menjelaskan bahwa Uji kompetensi digelar selama tiga hari dari tanggal 6 sampai tanggal 8 bulan November 2024. Uji Kompetensi Hafalan Al-Quran dikhususkan bagi siswa SMAN 1 Sumenep yang mengikuti program tahfidz.

Terdapat dua tahapan yang harus ditempuh oleh siswa yang ikut Uji Kompetensi, kata H. Junaidi. Pertama, Tasmik, yaitu setoran hafalan kepada guru pembimbing dengan sekali duduk. Namun, diberikan kesempatan dua kali duduk jika peserta mengalami kendala seperti kurang fokus dan lainnya. Selain itu, juga diberi kesempatan dua kali duduk untuk setoran dua juz hafalan yang akan ditempuh.

Pada tahap ujian tasmik peserta akan dinilai oleh penguji internal, yaitu dari tim Ummi Sumenep. Ujian tasmik menjadi evaluasi dan dan rekomendasi bagi peserta untuk melanjutkan pada tahap uji berikutnya. Siswa yang kurang kuat hafalan dan kemampuan tajwidnya akan digembleng atau diberi bimbingan intensif. Sedangkan siswa yang hafalan dan tajwidnya bagus, maka direkomendasikan untuk memperkuat hafalan sebelum masuk atau mengikuti pada tahapan uji berikutnya.

Tahapan kedua, menurut H. Junaidi yaitu uji petik. Setelah siswa penghafal dinyatakan minimal berpredikat baik pada uji tasmik, maka direkomendasikan untuk berlanjut pada uji petik. Pada uji petik ini para siswa penghafal akan diuji oleh penghafal Al-Quran dari luar dan berstatus sanad hafidz (memiliki garis keilmuan hafalan Al-Quran sampai pada Rasulullah SAW). Untuk uji petik pengelola tahfidz SMAN 1 Sumenep telah menjalin kerjasama dengan pondok pesantren Tahfidz Quran Zainul Ibad, Kecamatan Paragaan, Sumenep.

Pengasuh pesantren Tahfidz Zainul Ibad, KH. Zain Abdullah sebagai pemegang sanad hafalan Al-Quran akan datang ke SMAN 1 Sumenep pada hari ketiga untuk menguji kemampuan hafalan siswa program tahfidz. Setiap peserta akan diuji kemampuan hafalan dengan menyambung ayat, membacakan ayat sebelumnya. Juga menyebutkan nama surat yang sedang dibacakan, serta menyebutkan nama surat sebelum dan sesudahnya.

Uji Petik menurut H.Junaidi, sejatinya sebagai tindakan kontrol dan tindakan validasi terhadap kemampuan hafalan siswa program tahfidz Al-Quran. Jika telah mengikuti ujian petik dihadapan tim penguji, maka siswa penghafal akan dinyatakan lulus hafalan Al- Quran dengan bersanad pada KH. Zain Abdullah. Selanjutnya, peserta uji petik akan diberikan ijazah atau sertifikat hafalan yang ditandatangani oleh KH. Zain Abdullah dan Kepala SMAN 1 Sumenep.

Terakhir, H. Junaidi mengungkan bahwa terdapat empat komponen penilaian. Yaitu, daya hafalan, kelancaran, tajwid dan adab saat membaca Al-Quran. Perolehan nilai masing-masing peserta dari keempat komponen tersebut akan diakumulasikan menjadi satu nilai utuh dan kesatuan. Selanjutnya, berdasar perolehan nilai akumulasi itu setiap peserta akan memperoleh sertifikat atau ijazah hafalan dengan keterangan sangat baik, baik atau cukup.

Pada keterangan penutup, H. Junaidi menyampaikan bahwa uji tasmik dan uji petik serta pola pembimbingan yang telah dipraktikkan, dengan seluruh komponen dan instrumen di dalamnya, ke depannya akan menjadi format baku atau standart dalam pengelolaan program tahfidz di SMAN 1 Sumenep. Dengan Uji Kompetensi Hafalan bersanad, berarti seluruh kegiatan bimbingan tahfidz Al-Quran di SMAN 1 Sumenep, termasuk juga kemampuan hafalan siswa dalam status terkontrol dan tervalidasi oleh pihak yang kompeten dan memiliki kapabilitas (sahih) secara khusus di bidang tahfidz Al-Quran.

Uji Kompetensi Hafalan Al-Quran siswa program tahfidz dimulai dari pukul 07:00 sampai pukul 15:20 Wib. Peserta diberikan dua kali waktu jeda, yakni pukul 09:00 sampai 09:30 WIB dan pukul 12:00 sampai 13:00 WIB. Jeda pertama memberikan waktu sarapan kepada peserta, sedang jeda kedua memberikan waktu istirahat siang, makan siang sekaligus shalat duhur.

Salah satu peserta kelas X E7 bernama lengkap Ahmad Alfarizi dan R. A. Annafisya Rosalia Fadinda. Faris, panggilan dari Ahmad Alfarisi, memiliki hafalan sebanyak tiga juz, yaitu juz 30, juz 29, dan juz 1. Faris akan mengikuti uji tasmik juz 1 dan 30. Hari pertama tasmik juz 30, pada hari kedua akan tasmik juz 1. Sedangkan Dinda, panggilan dari R.A. Rosalia Fadinda, memiliki hafalan sebanyak 4 juz, yaitu juz 30, 29, 1, dan 2. Dinda akan mengikuti uji tasmik juz 30 dan juz 29.

Saat ditanya bagaimana persiapan yang dilakukan untuk mengikuti uji tasmik? Faris menjawab, “Ada persiapan khusus, yaitu seharian melakukan muraja’ah (mengingat kembali hafalan) berkali-kali”. Sedangkan Dinda menjawab, “Untuk saat ini, lebih memfokuskan pada kegiatan tasmik daripada kegiatan lainnya. Selain itu, rutin melakukan murajaah”. Demikian ungkap Alfarizi dan Dinda terkait persiapan yang dilakukan.

Satu peserta uji kompetensi hafalan Al-Quran kelas XI F7 bernama lengkap Aliya Nisrina Mahbub. Aliya, biasa dipanggil, menyampaikan perasaannya saat mengikuti uji kompetensi hafalan Al-Quran.
“Sangat senang, sebab saya akan pindah juz (bertambah jumlah hafalan) dari juz 29 ke juz 1”. Aliya mengungkapkan dengan mata berkaca-kaca diikuti dengan senyum lepasnya.

Saat ditanya motivasi menghafalkan Al-Quran, peserta bernama Dinda kelas XE7 mengungkapkan.

” Awalnya saya menghafal Al-Quran hanya sebatas menjalankan tugas menghafal saat belajar di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI). Lama-kelamaan, akhirnya saya tertarik untuk terus menghafal Al-Quran. Terus, saya semakin termotivasi oleh kalimat indah bahwa anak yang menghafal Al-Quran akan memasukkan kedua orang tuanya ke dalam surga. Dan anak yang hafal Al-Quran akan memberikan mahkota kepada kedua orangtuanya di surga”.

Demikian salah satu alasan yang memotivasi siswa mengikuti program tahfidz Al-Quran dan mendorong mengikuti uji kompetensi hafalan Al-Quran. Alfarizi, Dinda, serta Alya adalah seorang anak yang ingin membahagiakan kedua orangtuanya di dunia dan akhirat kelak dengan prestasi hafalan Al-Quran.[Syafiuddin Syarif].

Leave a Comment